Mengubah file .exe menjadi .ahp untuk keamanan file

|
Perhatikan Screenshot di disamping, apakah ada yang janggal dari situ? Sudah bisa di tebak itu adalah file software, dua diantaranya merupakan instaler. Tipe filenya application. Tapi coba lihat ekstensi filenya, hmmm….ekstensinya .ahp . Tunggu….bukannya ekstensi untuk file program adalah .exe, lho mengapa disitu ekstensinya .ahp. Asal tahu saja, ketiga program itu masih bisa dijalankan dengan normal. Nah..disini akan dibahas bagaimana cara membuat yang seperti itu, membuat sebuah ekstensi executable baru.

Selama ini kita mengenal .exe, .scr, .pif, dan .com adalah jenis file executable di OS windows. Bisakah kita menambahkan ekstensi executable baru selain ke-empat tipe file tersebut? Dengan sedikit modifikasi registry, pasti sebuah file executable baru bisa di buat. Dengan membuat file executable baru, kita tidak perlu terikat dengan file .exe ketika menjalankan sebuah program. Misalnya kita membuat sebuah executable baru yang berekstensi .ahp. Maka jika file program yang berekstensi .exe dirubah ekstensinya menjadi .ahp, file program itu tetap bisa berjalan layaknya file .exe biasa.
Namun ketika file tersebut di jalankan di komputer lain, file itu tidak akan bisa berjalan disitu. Karena ekstensi .ahp belum didaftarkan sebagai file executable. Untuk menjalankannya, file tersebut harus diiubah dulu menjadi .exe.



Beberapa Fungsi dari Penambahan Ekstensi Baru :


Melindungi file exe dari virus
Beberapa virus menyebar dengan menumpang ke file .exe (program). Dengan merubah ekstensinya menjadi ekstensi lain yang sudah executable, maka file program tersebut akan terhindar dari virus seperti itu. Namun file tersebut masih dapat dijalankan seperti biasa


Memproteksi File Program Dari Orang Lain
File .ahp yang sebelumnya merupakan file exe tidak akan bisa berjalan di komputer lain. Dengan begitu orang lain akan lebih kesulitan menggunakan file .ahp tersebut di komputernya.


Pamer Kepada Teman
Perlihatkan pada teman anda bahwa komputer anda berbeda dengan yang lain.


Oke..setelah tahu manfaatnya sekarang masuk ke tutorialnya. Langkah pertama salin kode dibawah ini ke notepad.



Windows Registry Editor Version 5.00


[HKEY_CLASSES_ROOT\.ahp]
@="exefile"



Kode di atas berfungsi untuk mendaftarkan ekstensi baru di registry. Ekstensi itu bernama .ahp. kode @=”exefile” berfungsi untuk membuat file ekstensi .ahp berlaku seperi file .exe. Yang artinya file program dengan ekstensi .ahp akan berjalan seperti file .exe biasa. Ekstensi .ahp tersebut bisa di rubah sesuai selera.

Setelah di salin, save dengan nama “filebaru.reg”. Jangan lupa di jendela save as, pada kolom ‘save as type’ pilih ‘all files’, ini penting. Kemudian klik ganda file ‘filebaru.reg’ tersebut. Akan muncul pesan, klik saja Yes.
Setelah itu, efek langsung bisa di rasakan. Untuk membuktikannya, cari sebuah file program berekstensi .exe. Kemudian rename ekstensinya menjadi .ahp. Bila kesulitan untuk mengubah ekstensi, silahkan baca postingan saya yang ini. Bila sudah di rename, klik ganda file tersebut. Bila berhasil, file tersebut akan bisa berjalan seperti biasa.


Masih ada yang kurang?
Meskipun file .ahp tersebut bisa dijalankan dengan normal, namun file tersebut masih polos. Tanpa icon dan tanpa embel-embel lain yang menunjukan file tersebut adalah file program. Untuk mengatasinya gunakan script registry di bawah ini…


Windows Registry Editor Version 5.00


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile]
@="Application"
"EditFlags"=hex:38,07,00,00
"TileInfo"="prop:FileDescription;Company;FileVersion"
"InfoTip"="prop:FileDescription;Company;FileVersion;Create;Size"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\DefaultIcon]
@="%1"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell\open]
"EditFlags"=hex:00,00,00,00


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell\runas]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shell\runas\command]
@="\"%1\" %*"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex\DropHandler]
@="{86C86720-42A0-1069-A2E8-08002B30309D}"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex\PropertySheetHandlers]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex\PropertySheetHandlers\PifProps]
@="{86F19A00-42A0-1069-A2E9-08002B30309D}"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ahpfile\shellex\PropertySheetHandlers\ShimLayer Property Page]
@="{513D916F-2A8E-4F51-AEAB-0CBC76FB1AF8}"



Untuk menggunakannya, caranya sama dengan kode sebelumnya. Yang perlu diperhatikan adalah kata ‘ahpfile’ yang bertebaran di kode tersebut. ‘ahp’ disitu menunjukan ekstensi yang dipakai. Bila ekstensi yang sudah dirubah menjadi executable bukan .ahp, maka ‘ahpfile’ harus dirubah dulu sesuai dengan ekstensi yang di pakai. Misalnya ekstensinya adalah ‘.gan’. maka kode di atas harus dirubah menjadi


Windows Registry Editor Version 5.00


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile]
@="Ganteng"
"EditFlags"=hex:38,07,00,00
"TileInfo"="prop:FileDescription;Company;FileVersion"
"InfoTip"="prop:FileDescription;Company;FileVersion;Create;Size"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\DefaultIcon]
@="%1"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell\open]
"EditFlags"=hex:00,00,00,00


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell\open\command]
@="\"%1\" %*"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell\runas]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shell\runas\command]
@="\"%1\" %*"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex\DropHandler]
@="{86C86720-42A0-1069-A2E8-08002B30309D}"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex\PropertySheetHandlers]


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex\PropertySheetHandlers\PifProps]
@="{86F19A00-42A0-1069-A2E9-08002B30309D}"


[HKEY_CLASSES_ROOT\ganfile\shellex\PropertySheetHandlers\ShimLayer Property Page]
@="{513D916F-2A8E-4F51-AEAB-0CBC76FB1AF8}"

Atau dengan kata lain kode ‘ahpfile’ dirubah menjadi ‘ganfile’ sesuai dengan ekstensi yang digunakan.

Setelah semua sudah selesai, restart Komputer. Dan nikmati hasilnya.

Catatan: Ekstensi yang akan dibuat menjadi executable harus belum pernah didaftarkan di registry sebelumnya. Misalnya ekstensi yang didaftarkan adalah .jpg. Padahal .jpg adalah file gambar yang sudah di daftar sebelumnya. Bila di paksa, nanti file-file gambar berekstensi .jpg bukannya di buka di image viewer malah nanti dijalankan layaknya file .exe. Untuk menghindari hal ini terjadi, gunakan ekstensi yang belum didaftarkan, seperti .xxx, .qqq, asd, qwer dll.

Penting: Kerusakan software atau OS yang terjadi ketika menerapkan artikel ini tidak ditanggung penulis. Kode diatas sudah di coba di beberapa komputer ber-OS Win XP, dan tidak ada masalah yang timbul. Namun disarankan membackup registry dulu sebelum melakukan modifikasi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Next Prev
▲Top▲