Newest Post

Apa itu Clock Speed Cpu

|
Baca selengkapnya »
clock speedPengertian Clock speed adalah ukuran dari seberapa besar kecepatan komputer menyelesaikan perhitungan dasar dan operasi. Ini diukur sebagai dalam frekuensi `hertz, dan paling sering mengacu pada kecepatan CPU komputer, atau Central Processing Unit. Clock speed merupakan frekuensi kecepatan tindakan yang sangat tinggi, satuannya adalah megahertz dan gigahertz. 1 megahertz artinya satu-juta siklus per detik, sementara gigahertz adalah satu-milyar siklus per detik. Jadi komputer dengan kecepatan clock 800MHz berjalan 800.000.000 siklus per detik, sedangkan komputer 2.4GHz berjalan 2.400.000.000 siklus per detik.
Bagaimana Clock speed, digunakan sebagai standar kecepatan komputer adalah masalah yang masih jadi pertentangan, dan sebagian besar pembuat chip tampak menuju pada kesimpulan bahwa Clock speed harus ditinggalkan sebagai nilai utama yang diberikan. Masalahnya datang dari kenyataan bahwa, walaupun Clock speed bekerja sebagai indikator yang cukup handal, terjadi persaingan antar perusahaan chipset yang berbeda pendapat itu. Salah satu alasan Clock speed CPU tidak dapat diandalkan sebagai kecepatan komputer secara keseluruhan adalah banyak faktor lain yang ikut bermain. Jumlah RAM komputer, Clock speed RAM, Clock speed dari front-side bus, dan ukuran cache, semua itu memainkan peran penting dalam menentukan kinerja komputer secara keseluruhan.
Ketika membandingkan satu chip Intel Pentium dengan Pentium chip lain misalnya, clock speed merupakan indikator yang cukup baik. Komputer berbasis Pentium 800Mhz akan melakukan tugas prosesor sekitar dua kali kecepatan komputer Pentium 400MHz. Ketika membandingkan prosesor perusahaan yang berbeda, bagaimanapun juga  cerita akan berubah. Jika kita melihat pada kedua chip yaitu Pentium dan chip AMD misalnya, kita menemukan bahwa AMD cenderung untuk melakukan tugas yang lebih cepat dari Pentium pada kelas yang sebanding. Sebuah chip AMD 1.8GHz performanya melebihi signifikan chip Pentium 1.8Ghz, bahkan melakukan mendekati kecepatan Pentium 2.2GHz.
Untuk alasan ini, AMD berhenti menetapkan clock speed mereka sebagai metode utama beriklan bagi komputer mereka. AMD Athlon 64 3000, misalnya, memiliki kecepatan clock hanya 1.8GHz, tetapi AMD bertekad untuk menjadi kira-kira sebanding dengan Pentium 4 pada 3GHz. Intel sendiri juga mulai menjauh dari iklan clock speed, terutama karena pengenalan mereka pada laptop-oriented M, yang memiliki kecepatan clock jauh lebih rendah untuk mengoptimalkan kinerja portabel. Dengan tetap berpegang pada model clock speed, Intel membuat komputer Pentium-M-nya terlihat seperti lambat dan lemah dibandingkan dengan model Pentium 4 mereka.
Walaupun clock speed masih bisa memberikan gambaran umum tentang daya komputasi, pada saat ini orang-orang lebih sering merekomendasikan benchmark untuk membandingkan kecepatan komputer. Melihat hasil pengukuran bagaimana berbagai prosesor menangani tugas-tugasnya, akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana komputer akan bekerja untuk Anda. Satu komputer dapat secara signifikan lebih cepat dari yang lain dengan mengubah gambar dalam program desain grafis, misalnya, tetapi lebih lambat pada permainan video-intensif. Paradigma ini lebih baik, artinya peringkat ditentukan oleh kemampuan komputer melakukan tugas tertentu, bukan fokus secara eksklusif pada clock speed. Dengan demikian akhirnya konsumen akan lebih memahami seperti apa produk yang mereka bisa harapkan.

Apa itu Clock Speed Cpu

Posted by : Alfa
Date :
With 0komentar

Cara menyambungkan laptop ke TV (televisi)

|
Baca selengkapnya »
Jika  ingin menampilkan video atau file multimedia yang tersimpan di laptop ke layar yang besar sementara Anda tidak memiliki proyektor, Anda bisa menyambungkan laptop ke TV untuk mendapatkan tampilan layar yang lebih besar ketimbang hanya di layar laptop.
Ada beberapa cara untuk dapat menyambungkan layar laptop ke TV. Berikut 5 cara koneksi laptop ke TV yang bisa di ikuti :
1. Koneksi menggunakan port S-Video
Super Video atau biasa disebut S-Video port tersedia di laptop yang memiliki fitur TV-out. Jika laptop Anda memiliki fitur tersebut, Anda bisa menyambungkan laptop ke TV analog maupun digital.
2. Koneksi menggunakan port DVI
DVI atau Digital Video Interface biasanya juga tersedia di banyak laptop yang berada di pasaran. TV model terbaru bisanya juga memiliki port DVI ini. Untuk dapat menggunakan audio dengan koneksi DVI, maka diperlukan audio kabel terpisah dengan kabel DVI.
3. Koneksi menggunakan port VGA
Hampir semua laptop memiliki port VGA. Port VGA juga tersedia di HDTV  meskipun bukan keluaran yang terbaru. Anda harus mematikan laptop dan TV terlebih dahulu saat melakukan koneksi menggunakan port VGA.
4. Koneksi menggunakan port HDMI

HDMI atau High Definition Multimedia Interface merupakan cara terbaik untuk melakukan koneksi laptop ke TV, khususnya jika TV yang Anda miliki merukan TV LCD atau LED keluaran terakhir.  Sesuai namanya, dengan menggunakan port HDMI, maka akan mendapatkan tontonan kualitas tontonan dengan resolusi terbaik. Dengan menggunakan port HDMI, Anda bisa langsung menikmati gambar dan suara hanya lewat satu kabel saja.
5. Koneksi menggunakan Wireless Converter
Dengan menggunakan Wireless Converter untuk melakukan koneksi laptop ke TV, maka Anda tidak  lagi membutuhkan port atau kabel tertentu lagi. Kualitas tontonan yang bisa Anda lihat pun setara dengan tontonan High Definition. Sayangnya produk yang satu ini belum banyak tersedia di pasaran Indonesia saat ini.

Materi Tugas Project SI : Prototyping

|
Baca selengkapnya »
METODE PROTOTYPING

Menurut Raymond McLeod, prototype didefinisikan sebagai alat yang memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara system berfungsi dalam bentuk lengkapnya, dan proses untuk menghasilkan sebuah prototype sisebut prototyping.

Prototyping adalah proses pembuatan model sederhana software yang mengijinkan pengguna memiliki gambaran dasar tentang program serta melakukan pengujian awal. Prototyping memberikan fasilitas bagi pengembang dan pemakai untuk saling berinteraksi selama proses pembuatan, sehingga pengembang dapat dengan mudah memodelkan perangkat lunak yang akan dibuat. Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan.

Model tersebut dapat berupa tiga bentuk :

1. Prototipe kertas atau model berbasis komputer yang menjelaskan bagaimana interaksi antara pemakai dan komputer.

2. Prototipe yang mengimplementasikan beberapa bagian fungsi dari perangkat lunak  yang sesungguhnya. Dengan cara ini pemakai akan lebih mendapatkan gambaran tentang program yang akan dihasilkan, sehingga dapat menjabarkan lebih rinci kebutuhannya.

3. Menggunakan perangkat lunak yang sudah ada. Seringkali pembuat software memiliki beberapa program yang sebagian dari program tersebut mirip dengan program yang akan dibuat.

Di dalam proses pengembangan, sering kali pemakai / pelanggan hanya dapat mendefinisikan tujuan dan penggunan software yang dibutuhkan, tetapi tidak dapat mendefinisikan secara rinci kebutuhan masukan, pengolahan, dan keluarannya. Di sisi lain, pembuat software tidak memiliki kepastian akan hal tersebut. Hal ini menyebabkan pengembang kurang memperhatikan efisiensi algoritma, kemampuan sistem operasi daninterface yang menghubungkan manusia dan komputer. Untuk menyelaraskan antara pelanggan dan pengembang , maka harus dibutuhkan kerjasama yanga baik di antara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis. Dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalam menyelesaikan sistem yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang telah ditentukan.

Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan.

Prototyping merupakan Javascript Framework yang dibuat untuk lebih memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web. Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen.

Gambar model prototyping

Proses-proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengumpulan kebutuhan: developer dan klien bertemu dan menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya;

2. Perancangan: perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype;

3. Evaluasi Prototype: klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.

Terdapat tiga pendekatan utama prototyping, yaitu:

1. THROW-AWAY

Prototype dibuat dan dites. Pengalaman yang diperoleh dari pembuatan prototype digunakan untuk membuat produk akhir (final), kemudian prototype tersebut dibuang (tak dipakai).

2. INCREMENTAL

Produk finalnya dibuat sebagai komponen-komponen yang terpisah. Desain produk finalnya secara keseluruhan haya ada satu tetapi dibagi dalam komonen-komponen lebih kecil yang terpisah (independent).

3. EVOLUTIONARY

Pada metode ini, prototipenya tidak dibuang tetapi digunakan untuk iterasi desain berikutnya. Dalam hal ini, sistem atau produk yang sebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas menuju produk final atau produk akhir.

Prototyping bekerja dengan baik pada penerapan-penerapan yang berciri sebagai berikut:

1. Resiko tinggi yaitu untuk masalah - masalah yang tidak terstruktur dengan baik, ada perubahan yang besar dari waktu ke waktu, dan adanya persyaratan data yang tidak menentu.

2. Interaksi pemakai penting. Sehingga sistem harus menyediakan dialog on-line antara pelanggan dan komputer.

3. Waktu penyelesaian yang cepat.

4. Perilaku pemakai yang sulit ditebak.

5. Sistem yang inovatif yaitu system yang membutuhkan cara penyelesaian masalah dan penggunaan perangkat keras yang mutakhir.

Untuk memodelkan sebuah perangkat lunak, metode prototyping memiliki tahapan-tahapan di dalam proses pengembangannya. Tahapan inilah yang menentukan keberhasilan dari sebuah software. Pengembang perangkat lunak harus memperhatikan tahapan dalam metode prototyping agar software finalnya dapat diterima oleh pemakai. Dan tahapan-tahapan dalam prototyping tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pengumpulan kebutuhan

Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.

2. Membangun prototyping

Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).

3. Evaluasi protoptyping

Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah keempat akan diambil. Jika tidak, maka prototyping direvisi dengan mengulang langkah 1, 2 , dan 3.

4. Mengkodekan system

Dalam tahap ini prototyping yang sudah disepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.

5. Menguji system

Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain.

6. Evaluasi Sistem

Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan . Jika sudah, maka langkah ketujuh dilakukan,  jika belum maka  mengulangi langkah 4 dan 5.

7. Menggunakan system

Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.

Berikut ini adalah jenis-jenis prototyping, yaitu :

1. Feasibility prototyping

Digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun.

2. Requirement prototyping

Digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user.

3. Desain prototyping

Digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan.

4. Implementation prototyping

Merupakan lanjutan dari rancangan, prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.

Teknik-teknik prototyping meliputi:

1. Perancangan Model

Perancangan awal software oleh pengembang untuk dimodelkan sebagai gambaran awal kepada user/pengguna.

2. Perancangan Dialog

Perancangan menu-menu pada software yang dibuat, dengan maksud agar user/pengguna dapat dengan mudah menggunkaannya.

3. Simulasi

Proses percobaan software kepada calon user sebelum software dinyatakan layak pakai.

Keunggulan dan Kelemahan Prototyping adalah sebagai berikut :

A. Keunggulan prototyping :

1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.

2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.

3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system.

4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system.

5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya

B. Kelemahan prototyping :

1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.

2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga menggunakan algoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat prototyping lebih cepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut hanya merupakan cetak biru sistem .

3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.

Materi Tugas Project SI : Prototyping

Posted by : Alfa
Date :
With 0komentar
Tag :
Next Prev
▲Top▲